Keberadaan Serikat Pekerja di Perusahaan, Bagaimana Menyikapinya? Ini Ulasannya

Hubungan baik perusahaan dengan pekerja yang dimilikinya akan membantu perusahaan berkembang secara progresif. Serikat pekerja merupakan satu organisasi yang, bisa dikatakan diperlukan, untuk membantu terbentuknya hubungan baik ini.

Keberadaan serikat pekerja sendiri dapat membantu komunikasi yang terjalin antara pihak perusahaan dengan pekerja yang dimilikinya, sebagai organisasi mandiri yang memperjuangkan dan melindungi hak pekerja. Dengan demikian, posisi komunikasi yang terbentuk terasa setara, dan fungsi pengawasan dan kontrol juga dapat dilakukan dengan baik.

Sederet fungsi dan tujuan dimiliki oleh organisasi ini dalam rangka mencapai apa yang diinginkannya. Tapi kemudian bagaimana cara perusahaan menyikapi keberadaan organisasi ini?

Selengkapnya dalam bahasan singkat berikut.

Baca Juga: 8 Langkah Mudah Membuat SOP Perusahaan dengan Baik

Memahami Fungsi Serikat Pekerja

serikat pekerja

Sebenarnya fungsi serikat pekerja sendiri sudah tercantum dalam undang-undang yang berlaku, yakni Pasal 4 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja. Secara detail, berikut isi dari regulasi tersebut.

  • Memiliki peran sebagai wakil pekerja dalam memperjuangkan kepemilikan saham di perusahaan
  • Menjadi pihak perencana, pelaksana, dan penanggung jawab pemogokan kerja sesuai dengan aturan yang berlaku
  • Menjadi kanal penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja yang menjadi anggotanya
  • Berperan sebagai pihak yang menciptakan hubungan harmonis, dinamis, adil, dan sesuai dengan aturan yang berlaku
  • Menjadi wakil pekerja dalam lembaga kerja sama di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya
  • Mengambil peran sebagai pihak pekerja dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial
Baca juga:  8 Tips Mengoptimalkan Manajemen Produksi, Pahami Lebih Jauh!

Idealnya ketika serikat pekerja yang dibentuk dapat menjalankan setiap fungsi tersebut, hak dan kepentingan pekerja akan diperoleh dengan baik. Bersamaan dengan itu, hubungan pekerja dan perusahaan dapat terjalin dengan harmonis, dalam kondisi yang saling menguntungkan.

Simak Juga Tujuannya

serikat pekerja

Setelah memahami fungsi serikat pekerja, ada baiknya kamu juga memahami tujuan dari serikat pekerja ini, agar kamu tidak salah sangka pada organisasi yang dibentuk oleh karyawan tersebut. Secara umum, tujuan yang dimiliki lebih bersifat sosial, demi kesejahteraan karyawan yang ada di dalam perusahaan.

Tujuan dari pendirian organisasi ini adalah untuk memberikan perlindungan, untuk membela hak dan kepentingan pekerja, serta untuk meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja dan keluarga yang dimilikinya.

Tujuan ini dapat dicapai dengan menjalankan fungsi yang tercantum di bagian sebelumnya secara ideal, sehingga hak dan kepentingan pekerja bisa benar-benar didapatkan. Jika kerjasama antara perusahaan dan pekerja dilakukan dengan dasar kontrak dan ketentuan yang baik, idealnya hal ini bisa dengan mudah dicapai.

Pada kondisi tertentu dimana terjadi permasalahan, serikat pekerja juga bertujuan untuk menjadi perwakilan dari suara pekerja saat melakukan dialog. Yang wajib dipahami adalah bahwa organisasi ini dibentuk atas dasar nilai sosial, dan bukan politis.

Bagaimana Sikap yang Ideal Terhadap Keberadaan Serikat Pekerja?

serikat pekerja

Tidak sedikit pengelola perusahaan atau bisnis, mungkin juga termasuk kamu, yang masih berpikiran bahwa serikat pekerja adalah organisasi yang perlu diwaspadai. Hal ini tidak sepenuhnya salah, sebab bisa jadi serikat tersebut memiliki oknum yang berniat jahat pada perusahaan.

Namun dalam kondisi ideal, ketika perusahaan berhasil menjalin hubungan baik dengan pekerjanya, sikap yang bisa diambil adalah sebagai berikut.

Baca juga:  8 Tips Membuat CV yang Menarik Agar Mudah Diterima Kerja

1. ‘Partner’ Pengelolaan Perusahaan

Karena secara langsung menjadi organisasi yang menaungi karyawan yang menjadi anggotanya, serikat pekerja dapat menjadi partner bagi perusahaan dalam pengelolaan faktor manusia di dalam bisnis. Dengan begini, kebijakan yang diambil dapat didiskusikan dengan efektif, dan penerapannya bisa berjalan dengan lebih cepat pula.

2. Gambaran pada Kondisi Bisnis

Secara langsung kondisi serikat pekerja juga membantu perusahaan melihat bagaimana kesejahteraan karyawan telah didapatkan. Apakah ada sesuatu yang belum dilaksanakan? Atau justru ada sesuatu yang dapat ditingkatkan? Hal ini membantu perusahaan untuk menyusun kebijakan strategis terkait tenaga kerja yang dimilikinya.

3. Sarana Dialog Efektif dengan Pekerja

Ketika diperlukan dialog dan komunikasi, serikat pekerja dapat diposisikan sebagai organisasi yang setara dengan perusahaan. Dialog akan berjalan lebih efektif ketika kedua belah pihak saling menghargai, dan memiliki tujuan yang sama dalam hal pengelolaan karyawan atau pekerja yang menjadi anggotanya.

Meski pada prakteknya terkadang terjadi selisih pendapat antara serikat pekerja dengan perusahaan, namun hal ini dinilai sebagai hal yang biasa dalam hubungan profesional. Berbagai tuntutan dan kebijakan justru perlu didiskusikan bersama, untuk menjamin hak setiap sisi, sehingga kerjasama yang harmonis dan produktif dapat terus dijaga.

Baca Juga: Kupas Tuntas Konsep Human Capital, Berbeda dengan HR 

Pengelolaan perusahaan tidak dapat dijalankan dengan baik jika tanpa dukungan dari pihak pekerja atau elemen manusia di dalamnya. Bagaimanapun juga, elemen manusia memegang peranan penting dalam operasional perusahaan, sehingga hubungan yang harmonis senantiasa harus dijaga dan terus dikembangkan.

Kerjasama yang baik antara pihak manajemen perusahaan dan organisasi ini dapat dibangun jika kedua pihak memiliki tujuan yang serupa dalam pengelolaan SDM perusahaan. Dengan demikian, keberadaan organisasi ini tidak perlu dipandang sebagai ancaman. Justru dalam banyak skenario, serikat pekerja adalah salah satu partner kerja yang dapat membantu perusahaan berkembang dan kuat dari dalam.