Catat Ini! Cara Mengetahui Suhu Normal pada Bayi

Saat memantau tumbuh kembang anak, salah satu hal yang perlu kamu perhatikan adalah mengetahui suhu tubuh bayi, apakah normal atau tidak. Hal ini agar kamu bisa lebih berhati-hati dan sigap jika anak sakit. Karena bayi masih belum bisa mengutarakan apa yang dia rasakan saat sakit, maka kamu bisa memeriksa tubuhnya. Cara mengukurnya pun harus tepat agar bisa menentukan penanganan yang cocok.

Bayi belum bisa menjelaskan apa yang ia rasakan saat sedang sakit. Sebagai gantinya, ia pasti langsung menangis jika mengalami sesuatu yang tidak enak. Kondisi tersebut seringkali membuat sebagian orang tua khawatir dan panik, padahal ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika suhu normal bayi tiba-tiba berubah. Sebelum itu, ketahui dulu tentang kisaran suhu normal bayi, kapan bayi dikatakan mengalami demam, apa penyebab suhu tubuhnya naik, dan bagaimana cara menurunkannya. Untuk mengetahui jawabannya, kita simak informasi lengkapnya berikut ini, yuk!

suhu tubuh normal pada bayi dapat ditentukan melalui termometer
Sumber: iStockPhoto

Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya

Normalnya, suhu tubuh bayi ada sekitar 36,5–37 derajat Celsius. Bayi dikatakan demam ketika suhu tubuhnya meningkat hingga lebih dari 37,2 derajat Celsius jika diukur dari ketiak (suhu aksila). Suhu normal bayi menggambarkan kemampuan si Kecil mengatur panas yang ditimbulkan oleh aktivitas dan proses metabolisme. Pengaturan panas diatur oleh bagian otak bernama hipotalamus.

Suhu normal bayi cenderung lebih tinggi daripada anak yang berusia lebih tua, karena metabolismenya yang lebih cepat. Umumnya, suhu rata-rata pada bayi sampai usia 3 bulan adalah 37,4 C dan mencapai 37,6 derajat Celcius pada usia 1 tahun. Seiring bertambahnya usia, di masa balita suhu normalnya berkisar pada 37 derajat Celcius, seperti pada orang dewasa. Pengukuran suhu pada bayi bisa melalui mulut (bawah lidah), ketiak, ataupun melalui anus.

Baca juga:  Inilah Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mencegah atau Mengatasinya

6 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Bayi Demam

Ketika panas tubuh bayi meningkat hingga lebih dari 37 derajat Celcius, biasanya bayi akan merasa tidak nyaman dan menangis. Lalu, apa yang perlu kamu dan pasangan lakukan dalam kondisi ini?

1. Pastikan Penyebab Demam

Biasanya ada beberapa hal yang mengakibatkan demam pada bayi, antara lain:

  1. Tumbuh gigi
  2. Dehidrasi
  3. Infeksi virus atau bakteri
  4. Pakaian terlalu tebal
  5. Lingkungan terlalu panas

Jika penyebabnya karena lingkungan luar, kamu bisa menyalakan kipas atau AC agar suhu lingkungan lebih dingin. Namun jika penyebabnya dari dalam tubuh, kamu bisa memberi pengobatan yang tepat agar sakit yang diderita bayi segera mereda.

2. Berikan Cairan yang Cukup

Pastikan bayi cukup cairan agar tidak dehidrasi. Jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan, ada baiknya kamu memberikan ASI sesering mungkin. ASI memiliki kandungan antivirus untuk menjaga tubuh bayi terlindungi dari virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Namun jika bayi berusia lebih dari 6 bulan, kamu bisa memberikan asupan cairan melalui air putih ataupun jus buah kesukaannya.

3. Berikan Obat

dokter memberikan obat penurun panas agar suhu tubuh bayi kembali normal
Sumber: iStockPhoto

Bila memang diperlukan, Anda bisa memberikan bayi obat penurun panas seperti paracetamol. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum memberikan obat apa pun kepada bayi. Jika cara tersebut tidak berhasil menurunkan demam bayi atau jika kondisinya semakin lemah, sebaiknya segera bawa ia ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

4. Pakaikan Baju yang Menyerap Keringat

Hindari memakaikan bayi pakaian yang tebal karena akan membuat panas tubuhnya meningkat. Sebaiknya gunakan pakaian yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat. Jika ia menggigil, selimuti tubuhnya dengan kain atau selimut bayi yang berbahan tipis. Selain itu, Pastikan suhu kamar tetap sejuk dan nyaman bagi diadengan menyalakan AC atau kipas angin. Suhu ruangan yang ideal untuk bayi adalah sekitar 20–22 derajat Celsius. Namun, usahakan untuk tidak mengarahkan AC atau kipas angin langsung ke tubuh bayi agar ia tidak kedinginan.

Baca juga:  Apa Manfaat Laktosa untuk Bayi? Ini Penjelasannya

5. Berikan Bawang Merah

Bawang merah memiliki kandungan minyak atsiri, sikloalkana, metilamin, kaempferol, kuersetin, dan floroglusin yang efektif untuk menurunkan suhu tubuh. Kamu bisa menggunakan bawang merah pada tubuh bayi dengan beberapa cara seperti berikut.

  1. Mengusap bawang merah lansgung ke tubuh bayi
  2. Mencampurkannya dengan minyak-minyakan
  3. Meletakkan bawang merah di telapak kaki
  4. Mencampurkannya dengan MPASI

6. Kompres dengan Air Hangat

Kamu bisa mengompres bayi menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat yang diletakkan di ketiak dan lipatan selangkangannya selama 10-15 menit. Tujuannya adalah untuk membantu mengeluarkan panas tubuh bayi melalui pori-pori kulit. Sebaiknya hindari kompres air dingin, ya. Selain membuat bayi tidak nyaman, kompres air dingin bisa memperburuk kondisi karena mengacaukan pusat pengendali panas tubuh di otak. Dampaknya, suhu tubuh bayi bisa naik sampai ia menggigil.

Hipotermia pada Bayi

suhu yang tidak normal pada bayi dapat menyebabkan demam ataupun hipotermia
Sumber: iStockPhoto

Sama halnya dengan orang dewasa, suhu tubuh bayi bisa mengalami penurunan. Jika penurunan suhu tubuhnya lebih rendah dari 35 derajat Celcius, kamu harus waspada. Karena bisa saja dia mengalami hipotermia. Kondisi ini dapat disebabkan karena paparan suhu lingkungan yang terlalu dingin, tubuhnya terendam dalam air dengan suhu dingin, kelelahan, atau mengenakan pakaian yang basah. Untuk mengatasinya, berikan dia pakaian hangat.

Nah, itulah informasi mengenai suhu tubuh normal pada bayi dan beberapa hal yang perlu kamu lakukan jika suhu tubuh bayi mengalami perubahan. Segera bawa ke rumah sakit atau dokter anak terdekat jika bayi mengalami perubahan suhu yang ekstrim. Perhatikan juga gejala yang menyertainya, seperti kejang, sesak napas, munculnya ruam pada kulit, muntah-muntah, hingga penurunan kesadaran.