Suku Bunga Adalah: Jenis, Fungsi, dan Cara Menghitung

Seperti yang diketahui bersama, hampir seluruh produk di lembaga keuangan, khususnya bank konvensional, akan menerapkan metode bunga pada nasabahnya. Suku bunga adalah suatu bentuk imbalan dalam bentuk uang. Pada lembaga keuangan seperti bank, banyak jenis-jenis suku bunga yang diimplementasikan.

Tingkat suku bunga merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih sumber pendanaan dari bank. Pasalnya, memiliki pengetahuan tentang bunga dari jenis pinjaman yang dipilih akan mempermudah dalam melunasi cicilan kelak. Namun, sudah tahukah kamu, apa itu suku bunga, apa saja jenisnya dan cara menghitungnya? Simak penjelasan di bawah ini.

suku bunga adalah
Sumber: iStockPhoto

Jenis Suku Bunga

Terdapat dua jenis suku bunga, yaitu:

1. Bunga Simpanan

    Jenis pertama dari suku bunga adalah bunga simpanan. Bunga ini merupakan balas jasa dari bank kepada nasabah karena telah menyimpan uang di bank. Bunga simpanan biasa ditemui pada produk tabungan, giro, dan deposito. Tiap-tiap produk pun memiliki tingkat bunga yang berbeda.

    Suku bunga deposito misalnya. Beberapa bank umum menerapkan bunga hingga 4% per tahun. Namun, ada pula bank dengan bunga lebih besar, seperti bunga deposito BPR hingga 6% per tahun. Maka itu, dari segi keuntungan, apabila kamu mengincar hasil simpanan yang lebih besar maka deposito bisa jadi pilihan.

    2. Bunga Pinjaman

      Jenis bunga pinjaman adalah harga imbalan yang ditetapkan bank kepada peminjam atas pinjaman yang ia dapat. Pinjaman ini bisa dikembalikan secara penuh atau diangsur dalam jangka waktu tertentu. Semakin lama pengembaliannya, semakin tinggi juga suku bunga bank yang dibebankan. Dalam dunia perbankan, jenis-jenis suku bunga pinjaman dapat dibedakan berdasarkan sifat dan perhitungannya.

      a. Bunga Tetap (Fixed)

      Seperti namanya, nilai bunga tetap (fixed) bersifat sama hingga jangka waktu yang ditentukan atau tanggal jatuh tempo. Contoh pinjaman yang menerapkan jenis bunga ini, yaitu KPR rumah atau subsidi dan kredit kendaraan bermotor.

      b. Bunga Mengambang (Floating)

      Bunga jenis ini selalu berubah mengikuti turun-naiknya harga suku bunga di pasaran. Bisa saja pada 2 tahun pertama peminjaman bunga bersifat fixed, tapi di periode selanjutnya floating. Contohnya, bunga KPR dalam periode tertentu.

      c. Bunga Flat

      suku bunga adalah
      Sumber: iStockPhoto

      Suku bunga flat adalah jenis suku bunga yang mengacu dengan jumlah pokok pinjaman di awal pada setiap periode cicilan. Biasanya jenis dan cara menghitung bunga bank flat ini digunakan untuk kredit yang ada dalam jangka pendek seperti gawai, perabotan, motor atau pada Kredit Tanpa Agunan (KTA).

      Baca juga:  Pinjam Uang Lebih Aman Melalui 5 Fintech Syariah Legal Ini

      d. Suku Bunga Efektif

      Suku bunga efektif ini merupakan jenis suku bunga yang perhitungannya berdasarkan pada sisa jumlah pokok pinjaman di setiap bulan bersamaan dengan penyusutan jumlah kredit yang sudah dibayarkan. Semakin sedikit pokok pinjaman maka akan semakin sedikit juga suku bunga yang nantinya dibayarkan. Biasanya jenis dan cara menghitung bunga bank efektif ini dianggap adil untuk kreditur dibandingkan jenis suku bunga flat.

      e. Suku bunga anuitas

      Jenis suku bunga ini bisa dibilang sebuah metode yang menentukan jumlah angsuran pokok ditambahkan dengan angsuran bunga agar bisa dibayar sama setiap bulan. Biasanya bunga di awal akan terasa besar karena angsuran pokok menjadi kecil. Kemudian, semakin mendekati masa kredit maka akan menjadi kebalikannya.

      Fungsi Suku Bunga

      Tiga fungsi dari suku bunga adalah sebagai berikut.

      1. Daya tarik bagi nasabah untuk menginvestasikan dana.
      2. Alat moneter dalam rangka mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam suatu perekonomian.
      3. Bagi pemerintah, suku bunga ini dapat dimanfaatkan sebagai pengendali jumlah uang yang beredar di masyarakat dalam suatu perekonomian.

      Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi?

      Terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi besaran penetapan suku bunga, yaitu:

      1. Bank membutuhkan lebih banyak dana jika permintaan pinjaman tinggi.
      2. Bank menargetkan laba yang lebih besar.
      3. Kebijakan pemerintah. Penetapan tingkat bunga maksimal tidak boleh melebihi batasan yang ditentukan pemerintah.
      4. Kualitas agunan. Semakin mudah dicairkan, semakin rendah bunga yang diberikan.
      5. Periode simpanan/pinjaman. Jika semakin lama ditabung, semakin tinggi juga bunga yang diberikan.
      6. Jenis produk yang dipilih. Semisal, kredit kendaraan dan kredit rumah memiliki bunga yang berbeda.
      7. Reputasi peminjam/perusahaan. Tingkat bunga yang bank berikan tergantung pula pada reputasi peminjam.
      8. Tingginya persaingan antar bank.

      Bagaimana Cara Menghitungnya?

      Setelah mengetahui jenis bunga yang berlaku di bank, Anda juga perlu tahu cara menghitung bunga yang nantinya berlaku pada pinjaman atau simpanan Anda. Mengetahui cara perhitungan bunga itu sama pentingnya dengan pinjaman itu sendiri. Sebab, pada prinsipnya bunga akan mempengaruhi total nilai pinjaman.

      1. Bunga Flat

      Bunga flat dihitung dari jumlah pokok pinjaman di awal untuk setiap periode cicilan. Dilihat dari cara menghitung bunganya, bunga flat adalah yang paling sederhana dibandingkan jenis bunga lain. Sebab, bunga pinjaman dihitung sesuai tenor. Dengan jenis bunga ini, kamu sudah tahu berapa yang harus dibayar setiap bulan selama periode peminjaman.

      Biasanya, pinjaman jangka pendek seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) menerapkan jenis bunga flat.

      Rumus perhitungan bunga flat per bulan:

      (P x I x t) / JB

      P = Pokok pinjaman; I = bunga (%); t = tenor atau jangka waktu kredit; JB = jumlah bulan dalam tenor kredit.

      Baca juga:  Lump Sum Adalah: Pengertian, Jenis, hingga Plus Minusnya

      Simulasi pinjaman sederhana: Si A meminjamkan uang Rp 200 juta kepada B selama 12 bulan. A memberikan bunga sebesar 15% setahun. Berapakah yang harus dibayar B setiap bulan?

      Pertama-tama, hitung dulu pokok pinjaman yang harus dibayar per bulan. Untuk menghitung pokok pinjaman, bagi jumlah pinjaman dengan bulan cicilan, yakni Rp200 juta / 12 = Rp16.666.666,667 per bulan. Lalu, hitung bunga yang harus dibayar per bulan dengan cara mengalikan jumlah pinjaman dan bunga per tahun: Rp200 juta x 15% = Rp30 juta. Ini adalah jumlah bunga per tahun.

      Namun, karena harus dibayar per bulan, bagi jumlah tersebut (30 juta) dengan 12 bulan: 30.000.000 /12 = Rp2.500.000. Dengan demikian, B harus membayar ke A sebanyak 16.666.666,667 + 2.500.000 = Rp19.166.666,667.

      2. Bunga Efektif

        Bunga efektif dihitung dari sisa jumlah pokok pinjaman setiap bulan seiring dengan berkurangnya utang karena sudah dilunasi. Maka semakin sedikit pokok pinjaman, semakin sedikit juga bunga yang harus dibayar. Jenis suku bunga seperti ini dianggap lebih adil daripada menggunakan bunga flat yang berdasarkan jumlah pokok pinjaman di awal.

        Jenis pinjaman yang menerapkan bunga ini, antara lain kredit rumah, kredit investasi, dan kredit berjaminan/agunan. Berikut cara menghitung suku bunga efektif:

        Bunga = SP x i x (30 / 360)

        SP: saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya; i: persen bunga per tahun; 30: jumlah hari sebulan; 360: jumlah hari setahun.

        Simulasi: B mengajukan pinjaman Rp200 juta dengan bunga per tahun 15% selama 12 bulan. Cicilan yang harus dibayar B setiap bulan = Rp200 juta / 12 = Rp16.666.666,67. Pada bulan 1, jumlah bunganya: (200 juta – (1-1)) x 15% / 12 = Rp2,5 juta.

        Maka, cicilan B pada bulan 1 ditambah bunga adalah Rp16.666.666,67 + 2.500.000 = Rp19.1666.666,67. Ulangi perhitungan untuk bulan 2: (200 juta – (2-1)) x 15% / 12 = Rp2,49 juta. Maka, cicilan B pada bulan 2 ditambah bunga adalah Rp16.666.666,67 + 2.490.000 = Rp19.1666.666,658.

        3. Bunga Anuitas

        suku bunga adalah
        Sumber: iStockPhoto

          Bunga anuitas dihitung dengan cara mengatur angsuran pokok ditambah angsuran bunga yang dibayar agar jumlah cicilan setiap bulan tidak berubah. Cara penghitungannya mirip dengan bunga efektif, yakni dihitung dari sisa jumlah pokok pinjaman. Namun, agar jumlah angsuran tiap bulan sama, jumlah porsi bunga yang dibayar turun, sedangkan cicilan pokok pinjaman naik. Jadi, pembayaran bulan pada bulan pertama akan lebih besar dan pelan-pelan berkurang sampai akhir masa pinjaman.

          Pinjaman jangka panjang, seperti kredit rumah, investasi, dan kredit dengan agunan dapat menerapkan jenis bunga ini. Bagaimana cara menghitung bunga anuitas? Gunakan rumus ini:

          Bunga = SP x i x (30 / 360)

          Catatan: SP adalah saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya.

          Masih menggunakan kasus A dan B di poin sebelumnya, coba terapkan rumus tersebut. Hasilnya, mendekati perhitungan bunga efektif, tapi dengan total cicilan yang stabil setiap bulan.

          Itulah beberapa hal yang dibahas mengenai suku bunga bank. Semoga dengan informasi di atas, kamu bisa semakin paham dengan berbagai jenis suku bunga yang ditawarkan oleh bank. Ingat selalu sebelum menjadi konsumen produk keuangan, pahami terlebih dulu produk keuangan beserta jenis bunga yang digunakan.