Inilah 6 Tahapan Perkembangan Bayi Secara Umum yang Perlu Dipahami

Setiap bulan, bayi akan menunjukkan perkembangan baru yang mendukung kemampuannya kelak. Sebagai orang tua, kamu perlu mengetahui setiap perkembangan serta pertumbuhan bayi, agar kamu mengetahui apakah ia sudah mengikuti alur yang tepat atau tidak.

Dikutip dari Michigan Medicine, dimulai sejak lahir sampai dengan usia 12 bulan atau satu tahun, bayi terus berkembang sesuai dengan usianya. Perkembangan ini dapat dilihat dari keterampilan serta kemampuan yang pelan-pelan dapat dilakukan.

Tahapan Perkembangan Bayi 0-6 Bulan Secara Umum

Orang tua masa kini dituntut mengetahui tahapan perkembangan bayi pada masa-masa awal kehidupannya. Yuk, kita simak bersama informasi penting di bawah ini.

1. Perkembangan Bayi Baru Lahir Usia 1 Bulan (Newborn)

perkembangan bayi

Berat badan: 2,5-4,3 kg dengan panjang badan: 46-55 cm.

Bayi akan mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan sejak ia baru lahir. Selain pertumbuhan fisik, fungsi panca indra bayi juga akan berkembang dengan pesat. Bahkan, bayi sudah mulai mengembangkan kemampuan linguistik sejak dilahirkan, lho.

Pada usia 1 bulan, bayi akan menggunakan beberapa ekspresi suara seperti tangisan, geraman, serta kicauan kecil untuk berkomunikasi. Balasan orang tua terhadap cara komunikasi bayi ini sangat baik untuk mendorong pertumbuhan bayi. Beberapa perkembangan yang bisa Bunda pantau pada bulan awal ini antara lain:

  • Sebenarnya indra pendengaran bayi sudah berkembang sejak di dalam kandungan.  Namun, kini pendengarannya kian sensitif dan semakin sempurna. Di usianya 1 bulan, bayi sudah bisa berpaling mencari arah suara dan merespons saat mendengarkan tepukan tangan.
  • Penglihatan bayi dalam usia ini masih kabur, tetapi akan berangsur menjadi semakin jelas dan semakin tajam fokusnya. 
  • Bayi usia 1 bulan belum menyadari bahwa dirinya adalah bagian terpisah dari orang lain. Kontrol kepalanya juga masih lemah. Namun, bayi sudah bisa sesekali menegakkan kepala atau menggerakkan dari kiri ke kanan, maupun sebaliknya.

2. Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan

Berat badan bayi: 3,4-5,7 kg dengan panjang badan bayi: 51-58 cm.

Baca juga:  Ketahui Stimulasi Tepat untuk Perkembangan Bayi 4 Bulan

Pada usia sekitar 4-6 minggu, bayi akan sering terlihat tersenyum lebar. Lalu, apalagi pertumbuhan dan perkembangan yang dialami bayi pada tahapan usia ini?

  • Perbedaan warna semakin jelas bagi bayi, dan umumnya bayi sangat menyukai kontras warna primer yang terang dan jelas. Penglihatan bayi dalam usia ini sudah mulai berkembang dan jarak pandangnya bertambah, yaitu sekitar 60 cm.
  • Bayi semakin pintar mengenali dan membedakan suara-suara di sekitarnya. Maka, sering-seringlah bernyanyi dan mengajaknya mengobrol karena suara orang tua mempunyai efek menenangkan yang akrab di telinganya.
  • Koordinasi gerakan bayi semakin mulus dan lancar, dan bayi sudah punya refleks menarik. Selain itu, bayi juga sudah mulai bisa mengangkat kepala sejenak. Gerakan ini akan mendorongnya untuk mencoba berguling, walaupun umumnya bayi belum bisa benar-benar tengkurap saat usia 2 bulan.

3. Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan

perkembangan bayi

Berat badan bayi: 4,4-7 kg dengan panjang badan bayi: 54.7 – 62.2 cm.

Antara usia 2-3 bulan, bayi akan senang melihat tangan mereka sendiri atau memasukkan tangan ke mulut. Walaupun mungkin gerakan mereka masih kaku, namun perkembangan motorik mereka berlangsung pesat saat ini.

  • Perkembangan indera peraba pada bayi semakin baik pada usia 3 bulan, yang merupakan momen tepat untuk memperkenalkan berbagai tekstur.
  • Pemahaman bayi juga mulai berkembang pesat saat memasuki usia 3 bulan. Bayi mulai memperhatikan efek sebab-akibat di sekelilingnya. Misalnya, mainan yang dipukul akan jatuh, dan lain sebagainya.
  • Pada usia ini, bayi sudah menyangga kepalanya  lebih kuat, dan berusaha untuk berguling ke kanan dan ke kiri. Kemampuan motorik bayi juga semakin kuat dan semakin baik dalam menggerakkan tangan dan kaki. 

4. Bayi Usia 4 Bulan

Berat badan bayi: 5,6-8,6 kg dengan panjang badan bayi: 60,5 -67,8 cm.

Seiring bertambahnya usia bayi, maka kemampuan-kemampuan panca indera bayi juga semakin berkembang. Bayi usia 4 bulan akan mulai menunjukkan perkembangan kemampuan bicara dan tanda-tanda pertumbuhan gigi pertama.

  • Bayi semakin gemar untuk bermain tekstur, dan mulai mengenali perbedaan tekstur kasar, lembut, dan kerut. Pada usia ini, bayi akan mulai memasukkan benda-benda ke dalam mulut dan menangis jika meleset karena memukul wajahnya sendiri.
  • Penglihatan bayi saat usia 4 bulan ini sudah jauh lebih berkembang dibandingkan bulan pertamanya. Bayi sudah bisa melihat sekeliling ruangan, namun ia tetap masih lebih suka melihat benda berjarak dekat.
  • Bayi mulai mengenali kaki sebagai bagian dari tubuhnya. Dan saat ini, ia mulai senang mengangkat kaki serta memainkan jari-jemari kakinya. Ia juga mulai gemar mengeluarkan suara dengan celotehannya yang semakin bervariasi. 
Baca juga:  Fimosis pada Bayi, Apakah Perlu Disunat?

5. Bayi Usia 5 Bulan

perkembangan bayi

Berat badan bayi: 6,1-9,2 kg dengan panjang badan bayi: 61,9 -69,9 cm.

Di usia 5 bulan, bayi sudah bisa meminta digendong, bahkan memeluk leher ibu atau ayah. Berikut ini perkembangan yang dialami bayi saat usianya memasuki bulan kelima.

  • Pada usia ini, bayi suka memasukkan tangan ke mulut karena bagian indera pengecapnya sudah semakin berkembang. 
  • Bayi kini sudah bisa melihat seluruh objek, termasuk juga benda kecil dan benda yang bergerak. 
  • Bayi akan tertarik untuk melihat benda kecil dan mencoba meraihnya. Selain itu, pada usia ini bayi juga sudah cukup kuat untuk mengangkat kepalanya ke posisi duduk. 

6. Bayi Usia 6 Bulan

Berat badan bayi: 6,4-9,7 kg dengan panjang badan bayi: 63,6-71,6 cm.

Pada setengah tahun usianya, pemahaman bayi terhadap dunia di sekitarnya semakin bertambah. Jadi, orang tua bisa memberikan stimulasi untuk menarik minatnya, seperti gambar, mainan, atau membacakan buku. 

  • Bayi usia 6 bulan semakin tertarik dengan variasi tekstur, an ia akan menunjukkan ketertarikan untuk merasakan gerakan air, meremas kertas, hingga menyentuh rerumputan.
  • Setelah dapat melihat dengan jelas benda-benda besar dengan pola kontras, kini bayi akan mulai tertarik melihat benda-benda kecil. Ia akan menunjukkan ketertarikan terhadap detail pada mainannya, seperti hidung boneka. 
  • Kini bayi sudah mampu duduk tanpa bantuan orang lain. Ia juga sudah bisa merangkak, bahkan mencoba untuk berdiri dengan bantuan pegangan. Saat dibaringkan secara tengkurap, bayi akan menggunakan tangannya untuk mengangkat badan bagian atas, serta menarik lututnya ke depan untuk bertumpu. 

Itulah tahapan perkembangan bayi mulai dari baru lahir hingga usia 6 bulan secara umum. Penting untuk diingat, bahwa setiap anak tumbuh dan berkembang dengan kecepatan dan tahapan yang berbeda-beda. Jadi, sebagai orang tua jangan sampai kamu membandingkan kemampuan satu bayi pada usia tertentu dengan bayi lainnya. Ingat ya, pertumbuhan bukanlah perlombaan. Yang terpenting adalah berikan stimulasi dan rangsangan pada bayi sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya.