Tes Psikologi untuk Mengetahui Kepribadian dan Kondisi Psikologis Seseorang

Apakah kamu pernah mengalami stres berat atau ditimpa suatu masalah? Saat mengalaminya, kemungkinan kamu akan mengalami gangguan pada psikis atau mental. Nah, di sinilah peran psikolog yang dapat membantu kamu dengan melakukan berbagai tes psikologi atau psikotes. Psikotes tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi stres atau masalah tersebut.

Meskipun psikotes ini lebih banyak dikenal di dunia perkantoran untuk mengetahui kepribadian, tingkat IQ, hingga untuk memahami kekuatan dan kelemahan para karyawan. Namun, seorang psikolog juga dapat melakukan tes psikologi pada seseorang yang mengalami gangguan mental atau psikis, untuk mengetahui penyebab gangguan tersebut. Jadi, kamu bisa segera meminta bantuan seorang psikolog saat membutuhkannya.

Apa Itu Tes Psikologi?

tes psikologi

Psikotes merupakan suatu tes yang dilakukan untuk mengukur aspek-aspek individu seseorang dalam segi psikisnya. Hal yang diukur dalam tes tersebut adalah kecenderungan perilaku seorang individu. Pada umumnya, psikotes berisikan beberapa soal yang menguji kemampuan kognitif dan afektif dari diri seseorang. Kognitif meliputi potensi kecerdasan pikiran atau IQ, sementara afektif meliputi kecerdasan emosional atau EQ.

Psikotes ini juga memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk mengetahui kemampuan mental dan intelegensi dari peserta yang mengikutinya, untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh pesertanya, dan untuk mengetahui fungsi neurologis dalam diri mereka.

Bagaimana Peran Psikolog dalam Mengetahui Kondisi Psikologis Seseorang?

tes psikologi

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa peran seorang psikolog dalam mengatasi gangguan psikis adalah sebagai tempat bercerita saja. Padahal bukan hanya itu tetapi sekaligus untuk membantu seseorang dalam memperbaiki kehidupan yang dijalani selanjutnya. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan perilaku yang sehat, termasuk memperbaiki hubungan dengan orang lain, mengajarkan cara mengekspresikan emosi secara lebih baik, atau berpikir menjadi lebih positif.

Baca juga:  Bermanfaat, Ketahui Waktu Ideal Warming Up Sebelum Olahraga

Bagaimana seseorang dikatakan mengalami gangguan mental? Seseorang yang mengalami gangguan mental pada umumnya juga akan mengalami perubahan emosi, pikiran, atau perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tanda-tanda yang muncul biasanya meliputi adanya perasaan sedih, bingung, sulit konsentrasi, cemas, takut dan khawatir berlebihan, merasa bersalah, menarik diri dari lingkungan, memiliki masalah tidur, mengonsumsi obat, mengalami perubahan mood yang drastis, dan lain sebagainya.

Namun, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa yang dialaminya tergolong dalam gangguan mental yang mungkin membutuhkan bantuan profesional. Nah, untuk memahami kondisi yang tepat, seorang psikolog dapat melakukan tes psikologi yang berlangsung selama beberapa saat. Jenis tes yang diberikan biasanya akan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan seseorang pada saat itu. Baik secara tertulis berupa pertanyaan, daftar, survei, dan lain-lain.

Kemungkinan tes psikologi juga akan diikuti dengan sesi wawancara. Tujuannya adalah untuk mendalami dan mengevaluasi masalah yang dihadapi. Setelah tes tersebut selesai dikerjakan, kemudian psikolog akan mengumpulkan dan menganalisis informasi yang diperoleh guna menentukan diagnosis, tindakan yang diperlukan, hingga memberikan rekomendasi penanganan pada pihak lain jika diperlukan.

Bagaimana Terapi Diperlukan?

tes-psikologi

Gangguan mental yang tidak ditangani dengan tepat, akan menyebabkan masalah serius seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu, seorang psikolog mungkin akan menyarankan dilakukan terapi untuk mengatasi gangguan tersebut setelah dilakukan evaluasi. Beberapa jenis terapi untuk penderita gangguan mental yang perlu kamu ketahui, antara lain:

  1. Terapi Bicara atau Psikoterapi, yang bersifat konseling untuk membicarakan kondisi pasien termasuk perasaan, suasana hati atau mood, pemikiran, dan perilaku. Psikoterapi ini dapat dilakukan empat mata, bersama anggota keluarga, atau bisa juga secara berkelompok.
  2. Karena stres bisa membuat rasa sakit semakin parah, maka untuk mencegah hal itu, psikolog akan mengajarkan cara mengurangi stres dan rasa sakit yang muncul.
  3. Untuk menghadapi masalah yang dihadapi, psikolog mungkin juga akan mengajak pasien untuk belajar mempraktikkan teknik relaksasi agar lebih tenang dalam menghadapi stres atau kecemasan. Dengan begitu, pasien akan lebih mudah dalam menentukan sikap, pilihan, dan menemukan jalan keluar yang paling baik bagi masalah yang sedang dihadapi.
  4. Memperkenalkan manajemen mengatasi rasa sakit dengan tepat.
Baca juga:  Tidak Hanya untuk Kulit, Ini 8+ Manfaat Lain dari Bengkoang!

Tes Psikologi ini memang dianggap mampu menjadi jembatan untuk mengetahui dan mengatasi gangguan mental yang dialami seseorang. Dengan melakukan serangkaian tes psikologi, maka seorang psikolog dapat menentukan gangguan psikologi yang dialami seseorang dan memberikan penanganan dengan tepat.

Banyak orang juga akan terbantu dengan dilakukannya tes psikologi, karena akan lebih mampu mengenal dirinya dan mengetahui cara yang terbaik dalam menangani berbagai permasalahan. Dengan begitu, kualitas hidup pun akan menjadi lebih baik. Jadi, kamu tidak perlu takut untuk meminta bantuan profesional saat sedang mengalami masalah. Jangan sampai kamu justru kurang peduli terhadap kesehatan mental, sehingga bisa berakhir menjadi masalah yang serius.