Tukak Lambung, Maag, dan GERD, Apakah Sama?

Lambung memiliki lapisan mukus yang berfungsi untuk melindungi jaringan lambung dari asam lambung. Ketika lapisan mukus tersebut terkikis dan asam lambung langsung mengenai jaringan lambung, maka akan terjadi yang namanya tukak lambung. Tukak lambung adalah luka pada lambung yang menjadi penyebab munculnya keluhan sakit maag. Gejala yang paling menonjol adalah nyeri ulu ati.

Banyak orang menganggap bahwa tukak lambung disebabkan oleh konsumsi makanan asam atau pedas secara berlebihan, tetapi anggapan tersebut kurang tepat. Makanan pedas memang dapat memperparah gejala sakit maag, tetapi tidak menyebabkan luka. Banyak orang menyamakan antara tukak lambung, maag, dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Namun sebenarnya ketiga penyakit itu berbeda. Mengapa begitu? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.\

tukak lambung adalah
Sumber: iStockPhoto

Perbedaan Tukak Lambung, Maag, dan GERD

Ada perbedaan antara tukak lambung, maag, dan GERD. Tukak lambung adalah luka pada lapisan mukosa lambung dengan diameter lebih dari 5 mm sampai ke lapisan submukosa lambung. Tukak lambung atau gastric ulcer merupakan bagian tukak peptik, yang dapat terjadi di lambung dan usus halus.

Sedangkan maag yang juga dikenal dengan istilah dispepsia merupakan gangguan di organ lambung yang ditandai dengan rasa nyeri atau terbakar di ulu hati, rasa penuh atau tidak nyaman setelah makan, dan rasa cepat kenyang. Sementara GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi ketika asam lambung naik dari perut menuju kerongkongan (refluks asam).

Baca juga:  Seluk Beluk Cacar Air pada Anak: dari Gejala hingga Pengobatan

Gejala Tukak Lambung

Gejala utama yang dirasakan jika mengalami tukak lambung adalah nyeri atau perih pada perut. Rasa nyeri tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa:

  • Menyebar ke leher, pusar, hingga punggung.
  • Muncul pada malam hari.
  • Terasa makin parah saat perut kosong.
  • Umumnya berkurang untuk sementara jika makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung.
  • Hilang lalu kambuh beberapa hari atau minggu kemudian.

Di samping nyeri pada perut, ada beberapa gejala lain yang mungkin dialami, di antaranya nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual, serta gangguan pencernaan.

Penyebab Tukak Lambung

tukak lambung adalah
Sumber: iStockPhoto

Luka di lambung terbentuk ketika lapisan mukus lambung terkikis. Pengikisan tersebut umumnya disebabkan oleh:

1. Infeksi Bakteri

Infeksi Helicobacter pylori merupakan penyebab utama timbulnya luka pada lapisan lambung. Bakteri ini dapat menempel pada lapisan mukus pada lambung dan menyebabkan peradangan yang kemudian mengakibatkan rusaknya lapisan mukus.

2. Konsumsi Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS)

Konsumsi ibuprofen, diclofenac, atau meloxicam secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat menipiskan lapisan mukus lambung sehingga menyebabkan tukak lambung. Risiko terjadinya tukak lambung akibat konsumsi OAINS ini lebih tinggi pada wanita, pengguna OAINS dosis tinggi, lansia (>70 tahun), atau pengguna kortikosteroid.

3. Penyakit Penyerta

Beberapa penyakit juga dapat disertai dengan tukak lambung, misalnya kanker lambung dan penyakit Crohn. Namun, angka kejadian untuk kondisi ini lebih jarang. Adanya penyakit penyerta ini mengakibatkan luka pada lambung yang cukup parah.

Baca juga:  Jangan Malas! Yuk, Terapkan Gaya Hidup Sehat di Era Pandemi

4. Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung atau memperparah gejala tukak lambung, yaitu:

  • Merokok, terutama pada seseorang yang terinfeksi bakteri H. pylori
  • Konsumsi makanan asam atau pedas
  • Stres yang tidak terkelola dengan baik
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Konsumsi obat antidepresan golongan SSRI (Selective Seretonin Reuptake Inhibitor)

Pengobatan dan Cara Mengcegah Tukak Lambung

Langkah pengobatan untuk tiap penderita tentu tidak sama. Dokter menentukannya berdasarkan pada penyebab tukak lambung yang dialami penderita. Beberapa jenis obat yang umumnya akan digunakan untuk menangani tukak lambung meliputi:

  • Antibiotik, apabila tukak lambung disebabkan oleh bakteri H. pylori.
  • Penghambat pompa proton dan obat penghambat reseptor H2, apabila tukak lambung disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid untuk menurunkan kadar asam lambung.
  • Obat yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri secara cepat sebelum obat-obatan lainnya mulai bekerja. Contohnya seperti asam mefenamat.
tukak lambung adalah
Sumber: iStockPhoto

Menangani penyebab tukak lambung dengan saksama akan menyembuhkan luka yang muncul sekaligus mencegah tukak lambung kambuh. Untuk membantu proses penyembuhan serta mencegah gejala tukak lambung yang makin parah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:

  • Batasi konsumsi minuman keras.
  • Berhenti merokok.
  • Kurangi konsumsi teh dan kopi.
  • Konsumsi produk berbahan dasar susu, seperti keju.
  • Hindari konsumsi makanan pedas atau berlemak.
  • Makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering.
  • Berat badan yang sehat dan ideal.

Tukak lambung yang sampai menyebabkan perdarahan berat atau robekan pada lambung harus mendapat penanganan darurat. Perdarahan dapat diatasi melalui prosedur endoskopi, dengan menyuntikkan obat langsung ke area luka atau menyumbat luka dengan terapi panas. Namun bila perdarahan tetap berlangsung atau bila terjadi robekan lambung dan peritonitis, dokter akan melakukan operasi.