Vitamin B6 untuk Apa? Simak Manfaat dan 10+ Sumbernya!

Vitamin B6, atau dikenal dengan pyridoxine, memiliki peran penting terhadap proses terbentuknya hemoglobin atau sel darah merah. Fungsi sel darah merah adalah bantu menyebarkan oksigen ke semua aliran tubuh. Karena tidak diproduksi oleh tubuh, maka vitamin B6 harus dilengkapi dari luar tubuh. Lalu, vitamin B6 manfaatnya untuk apa?

Manfaat dari vitamin ini pun tidak kalah penting dengan jenis vitamin lainnya. Antara lain mendukung perkembangan otak, menjaga kadar gula dalam tubuh, melindungi tubuh dari polusi udara, dan membantu pembentukan hemoglobin dan antibodi bagi tubuh. Untuk mengetahui lebih dalam tentang vitamin B6, simak penjelasannya yuk!

Sumber vitamin B6 (Sumber: iStockPhoto)

Manfaat Vitamin B6 untuk Apa?

Selain memproduksi sel darah merah serta menjaga sistem pencernaan, vitamin B6 bermanfaat dalam membantu perkembangan sistem saraf dan tahapan kognitif anak. Manfaat lainnya, yaitu:

  1. Meningkatkan Metabolisme Tubuh. Vitamin B6 bekerja untuk meningkatkan metabolisme dalam tubuh termasuk memecah protein yang telah diserap tubuh.
  2. Meningkatkan Produksi Hemoglobin. Dengan kemampuan vitamin untuk meningkatkan jumlah hemoglobin yang diproduksi di dalam tubuh, maka oksigen pun dapat disalurkan dengan lebih optimal.
  3. Meningkatkan Kemampuan Otak. Vitamin B6 dapat meningkatkan produksi neurotransmitter, sehingga otak pun dapat bekerja membawa informasi dan mengolahnya dengan lebih cepat.
  4. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung. Dengan konsumsi vitamin B6 dalam jumlah mencukupi, maka produksi homosistein akan ditekan sehingga jumlahnya berkurang dan penyumbatan pembuluh darah pun dapat dicegah.

12 Sumber Vitamin B6 bagi Anak

Setelah mengetahui manfaat vitamin B6, kamu perlu mengetahui sumber dari vitamin ini. Berikut 12 sumber vitamin B6 terbaik.

1. Ikan Salmon

Sumber: Freepik

Pada seporsi ikan salmon sudah mengandung 0,6 mg vitamin B6 dan memenuhi kebutuhan harian sebanyak 35%. Vitamin B6 ini salah satunya penting untuk kesehatan kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal di dalam tubuh berfungsi menghasilkan hormon penting, termasuk kortisol, adrenalin, dan aldosteron. Hormon tersebut di antaranya dapat membantu mengatur tekanan darah dan bekerja mengontrol gula darah.

Baca juga:  Awas! Efek Samping Paracetamol Ini Bisa Berbahaya

2. Telur

Sumber: Freepik

Telur adalah makanan yang kaya akan kandungan nutrisi yang sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya. Di antara nutrisi ada vitamin A, B2, B5, B12, D, E, zat besi, fosfor, folat, yodium, dan selenium. Ini artinya mengonsumsi telur akan memberikan manfaat berupa sistem kekebalan yang lebih kuat, kulit yang sehat, dan produksi sel darah merah yang terjaga dengan baik.

3. Daging

Berbagai jenis daging (Sumber: iStockPhoto)

Pada beberapa jenis daging seperti ayam dan sapi memiliki kandungan vitamin B6. Daging juga merupakan sumber protein yang mengandung beberapa nutrisi lainnya, seperti vitamin A, D, E, K, zat besi, kalsium, dan fosfor, sehingga akan memberikan manfaat untuk kesehatan mata, pertumbuhan dan kekuatan tulang, dan pembekuan darah.

4. Ubi Jalar

Sumber: Freepik

Selain mengandung karbohidrat, ternyata ubi juga merupakan sumber vitamin B6, lho. Satu ubi jalar berukuran sedang (100 gram) dapat memasok 0,2 mg vitamin B6 atau 14 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk vitamin ini. Ubi jalar juga memiliki banyak serat, vitamin A, dan magnesium. Magnesium berfungsi untuk menjaga fungsi saraf, membantu produksi DNA dan protein, serta mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah.

5. Pisang

Sumber: Freepik

Mudah dibawa dan enak untuk dimakan, pisang berukuran sedang dikemas juga dengan vitamin B6 yang cukup tinggi. Pada satu buah pisang saja sudah bisa memenuhi 20% kebutuhan harian tubuh. Vitamin B6 baik dikonsumsi karena dapat juga membantu produksi serotonin dan norepinefrin, bahan kimia yang membantu fungsi saraf dan transmisi sinyal di dalam otak.

6. Alpukat

Sumber: iStockPhoto

Tak hanya lezat, alpukat juga dikemas dengan banyak nutrisi, termasuk vitamin B6. Kandungan vitamin tersebut sudah bisa memenuhi 30% kebutuhan asupan harian tubuh. Pastikan untuk membiarkan alpukat matang sebelum kamu memberikannya pada anak, ya!

7. Bayam

Sumber: Freepik

Selain kaya akan kandungan zat besi, bayam juga mengandung vitamin B6. Sayuran berdaun hijau ini yang memang sangat baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak, karena banyaknya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, seperti vitamin A, C, E, K, mangan, folat, dan tembaga.

8. Wortel

Sumber: iStockPhoto

Sayuran berwarna jingga ini mengandung 0,2 mg vitamin B6 yang setara dengan kebutuhan harian sebanyak 9%. Wortel juga mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, serat untuk kesehatan pencernaan, dan kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Ada pula kandungan antioksidan yang berpotensi mengurangi risiko jenis kanker tertentu, seperti leukimia, prostat, usus besar, dan paru-paru.

Baca juga:  Manfaat dan Tips Memilih Preschool yang Tepat untuk Anak

9. Kacang Polong

Sumber: iStockPhoto

Satu cangkir (160 gram) kacang polong mengandung 0,3 miligram vitamin B6. Jumlah tersebut mampu memenuhi sekitar 17 persen dari angka rekomendasi harian vitamin ini. Jadi tidak heran kalau kacang polong masuk dalam kategori makanan yang mengandung vitamin B6 terbanyak. Kacang ini juga mengandung serat, vitamin A, dan C yang tak kalah penting bagi kesehatan.

10. Susu

Illustrasi anak meminum susu (Sumber: iStockPhoto)

Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius karena dapat berdampak negatif pada sistem saraf pusat. Hal ini berlaku untuk semua, terutama anak-anak. Memastikan anak-anak dan orang dewasa minum susu setiap hari dapat membantu menjaga kadarnya tetap tinggi. Satu cangkir susu sapi atau kambing dapat menyediakan 5 persen dari nilai harian vitamin B6 yang direkomendasikan. Susu juga mengandung banyak vitamin B12 dan kalsium.

11. Keju

Berbagai jenis keju (Sumber: iStockPhoto)

Vitamin B6 adalah vitamin yang larut dalam air, ditemukan dalam kandungan whey protein pada keju. Semakin banyak whey yang dimiliki keju, maka semakin banyak B6 yang mungkin dikandungnya. Nutrisi larut air lainnya yang ditemukan dalam whey, termasuk thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), folat, dan niasin (vitamin B-3). Keju yang paling tinggi di whey adalah keju ricotta.

12. Ikan Tuna

Sumber: Freepik

Sumber vitamin B6 yang terakhir adalah ikan tuna. Kandungan vitamin B6 yang sangat tinggi dapat ditemukan pada ikan tuna. Mengonsumsi 6 ons fillet ikan tuna saja, sudah bisa memenuhi 104 persen kebutuhan vitamin B6 harian. Konsentrasi vitamin B6 tertinggi ditemukan pada steak tuna, meskipun tuna kaleng juga mengandung kadar yang signifikan. Tak hanya kaya vitamin B6, ikan tuna juga tinggi asam lemak omega-3 sama seperti salmon.

Dosis Konsumsi Vitamin B6

Sumber: Freepik

Berikut adalah jumlah kebutuhan vitamin B6 harian yang disarankan bagi bayi dan anak-anak melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) RI No. 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia:

0-5 bulan: 0,1 mg

6-11 bulan: 0,3 mg

1-3 tahun: 0,5 mg

4-6 tahun: 0,6 mg

7-9 tahun: 1 mg

Itulah penjelasan mendalam mengenai manfaat, sumber, dan dosis vitamin B6 yang disarankan. Kekurangan vitamin B6 dalam tubuh dapat menyebabkan anemia, ruam gatal, dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Walaupun kondisi ini jarang terjadi, bukan berarti kamu bisa menyepelekan vitamin yang satu ini jika ingin tubuh tetap sehat.