Pentingnya Jaga Imunitas dengan Vitamin Daya Tahan Tubuh

Tubuh kita memerlukan energi untuk beraktivitas dan mendukung proses perkembangan serta pertumbuhan sel. Selain karbohidrat, lemak, protein, serat, dan mineral, ada satu komponen yang tidak boleh dilewatkan, yaitu vitamin. Zat ini terkandung pada sayuran dan buah, vitamin berperan penting untuk kesehatan tubuh. Namun tahukah kamu, apa saja vitamin daya tahan tubuh?

Ada berbagai macam fungsi vitamin bagi tubuh. Salah satunya adalah untuk menjaga imunitas ataupun daya tahan tubuh. Agar bekerja secara optimal, tentunya ada batasan tertentu dalam konsumsi vitamin. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak informasi berikut ini.

vitamin daya tahan tubuh
Sumber: iStockPhoto

Jenis Vitamin Daya Tahan Tubuh

1. Vitamin C

Bertindak sebagai antioksidan yang kuat, vitamin C mampu melawan radikal bebas yang terlanjur masuk dalam tubuh. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin yang bersifat larut dalam air ini mampu memperpendek durasi pilek dan flu sekitar 1 hari lebih cepat. Terutama saat kondisi rentan tertular seperti saat musim hujan. Makanan yang bisa menjadi sumber vitamin C adalah buah dan sayur berwarna cerah seperti jambu, jeruk, stroberi, brokoli, paprika, cabai, dan lainnya.

2. Vitamin B12

Jenis vitamin berikutnya datang dari keluarga vitamin B kompleks yaitu vitamin B12 yang berperan besar dalam fungsi sel pembunuh alami (sel NK). Jenis sel ini masih berkerabat dengan sel T dan sel B, sel penting dalam sistem imun. Ketika berinteraksi dengan folat, vitamin B12 mampu mendukung metabolisme. Makanan yang tinggi akan vitamin B12 adalah hati sapi, telur, susu, daging, sayuran hijau, boga bahari, dan lain-lain.

Baca juga:  Baik untuk Jiwa-Ragamu, Ini 8 Manfaat Yoga yang Penting!

3. Vitamin B6

Vitamin B6 penting untuk memproduksi sel NK dan sitokin, yaitu sel yang berperan dalam komunikasi antar sel dan jaringan pada sistem imun. Termasuk mendukung metabolisme asam amino, komponen penting untuk membangun antibodi. Vitamin B6 juga bisa didapatkan dari hati sapi, telur, susu, daging, sayuran hijau, dan juga boga bahari.

4. Vitamin A

Vitamin A berperan dalam meningkatkan sistem imun sebagai anti-inflamasi. Selain itu, vitamin ini juga penting dalam produksi dan distribusi sel T, meningkatkan performa sel NK, hingga mendukung proses fagosit (proses menelan dan menghancurkan mikroba). Beberapa contoh makanan tinggi vitamin A adalah yoghurt, telur, keju murni, mangga, jeruk keprok, sayuran hijau, dan sayuran kuning seperti wortel.

5. Vitamin D

vitamin daya tahan tubuh
Sumber: iStockPhoto

Vitamin D mampu meningkatkan fungsi kerja sel darah putih dalam melawan patogen pembawa penyakit. Studi yang lain juga menunjukkan adanya efek pencegahan flu dan pilek pada orang yang mampu memenuhi asupan vitamin D. Jika kamu termasuk orang yang jarang mendapat paparan sinar matahari (sumber vitamin D), maka minum suplemen disarankan agar tidak kekurangan vitamin ini.

6. Vitamin E

Vitamin E merupakan salah satu jenis vitamin yang mampu bekerja layaknya antioksidan. Oleh karena itu, vitamin E baik dikonsumsi untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah kerusakan sel-sel tubuh akibat efek radikal bebas. Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber utama vitamin E. Selain itu, vitamin E juga dapat ditemukan pada mangga, alpukat, dan bayam.

7. Zinc

Zinc atau zat besi menjadi mikronutrien yang mampu mencegah terjadinya stres oksidatif yaitu kondisi tidak seimbangnya antioksidan dan oksidan. Kekurangan asupan zinc mampu meningkatkan risiko infeksi virus, bakteri, dan jamur, terutama pada diare dan pneumonia. Contoh makanan tinggi zinc adalah daging, kerang-kerangan, kacang-kacangan, telur, dan produk susu.

Baca juga:  Bikin Sehat, Ini 8 Manfaat Lari Pagi yang Perlu Kamu Ketahui

8. Selenium

Selenium adalah mineral yang mampu meningkatkan sel imun dan responsnya terhadap virus. Kadar selenium yang tinggi pada darah berkaitan pada peningkatan respons imun saat flu. Kekurangan selenium berarti penurunan proteksi terhadap bakteri, virus, hingga sel kanker. Ikan, daging sapi, daging unggas, kacang-kacangan, udang, dan boga bahari adalah sebagian makanan yang tinggi akan selenium.

9. Omega 3

Omega 3 terdiri dari 3 tipe mikronutrien, yaitu DHA, EPA, dan ALA. Asupan DHA dan EPA yang tinggi erat kaitannya dengan penurunan risiko peradangan. Selain itu, penggabungan dua kandungan tersebut mampu memberi pengaruh positif pada fungsi kekebalan tubuh dengan meningkatkan aktivitas sel T, sel B, dan sel lain dalam sistem imun. Anak-anak dan dewasa setidaknya perlu memenuhi kebutuhan omega 3 sebanyak 250 mg per hari. Selain dari suplemen minyak ikan, asam lemak baik ini juga bisa ditemukan pada banyak jenis ikan laut, edamame, kacang-kacangan, dan lain-lain.

Tips Memenuhi Kebutuhan Vitamin

vitamin daya tahan tubuh
Sumber: iStockPhoto

Bagi kamu yang aktif melakukan segala aktivitas setiap harinya, tentu sangat mengganggu jika kamu mudah terkena batuk, pilek, dan kondisi yang memengaruhi daya tahan tubuh. Oleh karena itu, kamu harus menjaga daya tahan tubuh dengan beberapa cara di bawah ini:

  • Cukupi kebutuhan cairan.
  • Tidur yang cukup.
  • Konsumsi asupan sehat. Nutrisi yang tepat sangat penting bagi Anda, tujuannya agar sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik. Apa yang Anda konsumsi, bisa sangat memengaruhi kesehatan Anda.
  • Rutin berolahraga.
  • Tidak merokok.

Selain itu, konsumsi suplemen atau multivitamin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian kamu. Umumnya, suplemen mengandung beberapa vitamin dan mineral sekaligus serta dikonsumsi untuk mendukung dan melengkapi kebutuhan harian. Komposisi dan dosisnya juga telah disesuaikan dengan usia konsumen tanpa melebihi jumlah yang disarankan.